Hello
Nama saya Debby Maitrisia, dengan nama chinese saya Zhan Li Xia.
Ini adalah pengalaman yang baru bagi saya, karena ini adalah pertama kalinya saya menuangkan tulisan saya di blog, dan untuk tulisan pertama ini, saya akan menceritakan sedikit tentang saya.
Saya adalah anak terakhir dari 8 bersaudara, saya lahir di Kota Pekanbaru, tetapi saya hanya numpang lahir saja di Pekanbaru, karena itu setelah saya berusia 1 minggu, saya dibawa pulang kembali ke Kota Bengkalis, tepatnya di Desa Teluk Pambang.
Di Desa inilah saya menghabiskan masa kecil saya.
saya bersekolah Di SDN 017 Teluk Pambang jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh, ditambah lagi dengan keadaan jalanan disana yang cukup indah dihiasi dengan besi-besi yang berdiri tertanam di tepi-tepi jalan.
dari kelas 1-4 saya bersekolah dengan diantar oleh papa saya, yang biasanya mengantar tahu untuk dijual di warung-warung sekitar, lalu saat saya kelas 5 SD saya sudah membawa motor sendiri ke sekolah, ini merupakan pengalaman yang ya cukup menyenangkan dan sekaligus menegangkan,karena hobi saya yang suka tidur, saya juga bahkan pernah membawa motor dalam keadaan tertidur.
lalu saya melanjutkan sekolah saya di SMPN 02 Teluk Pambang, awal saya masuk menjadi siswi SMP, pada semester, semua teman-teman yang tidak saya kenali berusaha duduk disamping saya, karena saya cukup pendiam serta mereka semua menganggap saya ini pasti seorang siswi yang pintar, dan alhasil pada semester 2 semuanya yang duduk disamping saya menghilang, karena pada semester 2 mereka semua tahu bahwa yang hanya siswi biasa yang pendiam dan tidak memiliki otak seencer yang mereka bayangkan.
ketika saya sampai di bangku SMK, saya tidak tinggal bersama orangtua saya lagi, saya bersama sepupu saya yang seangkatan sama saya, kami berdua ingin mencoba sekolah di SMK, karena di desa hanya ada SMA maka kami bersekolah di Kota Bengkalis, selama 3 tahun saya tinggal bersama dia di rumah milik kosong milik orangtuanya.
awalnya saya bersekolah di tempat yang berbeda, dengan teman yang berbeda, dan rumah tanpa orangtua rasanya berat. akan tetapi saya mulai membiasakannya karena saya merasa teman-teman dan lingkungan disini cukup membuat saya nyaman, saya memiliki cukup banyak teman-teman yang bisa membuat saya nyaman.
tanpa disadari, saya mengalami banyak perubahan sikap semenjak saya tinggal jauh dari orangtua.
saya bukan siswi yang pendiam dan pemalu lagi, saya berubah menjadi siswi yang usil dan mungkin cukup mengesalkan dimata guru-guru saya.
hingga ketika saya tamat dari bangku SMK, papa saya dengan tegas langsung mengatakan "pokoknya kamu tidak boleh melanjutkan tinggal di Bengkalis lagi"
ternyata menurut mama saya, selama ini papa saya yang tegas,galak, dan terkesan tidak peduli kepada saya sangat memperhatikan perubahan tingkah laku saya ini, dan hal itu cukup membuat saya kaget serta terharu.
(iloveyoudad).
and then, saya melanjutkan hidup saya di Kota Pekanbaru, dimana kota ini adalah kota saya numpang lahir, disini saya kost bersama teman saya dengan gaya yang sok mandiri kami bertiga berusaha mendaftar menjadi mahasiswa yang ngkost dengan uang dikantong yang seadanya saja. kami bertiga mendaftar di Perguruan Tinggi Pelita Indonesia dengan mengambil Jurusan Manajemen, kami test disana dan kami terterima resmi menjadi mahasiswa hanya dengan membayar uang dan mendaftar ulang lagi, akan tetapi diantara bertiga, saya menjadi orang pertama yang berubah pikiran, saya merasa saya bersekolah di SMK dengan jurusan akuntansi saja saya tidak bisa mendalaminya dengan baik, apalagi di bangku kuliah ini nanti. akhirnya saya memutuskan untuk melamar di Sekolah Metta Maitreya, menjadi seorang guru. disinilah saya merasakan bagaimana perasaan guru SMK saya ketika menghadapi anak yang usil seperti saya dulu. hari pertama saya mengajar, saya ditemani oleh senior saya karena ini adalah pertama kalinya saya memasuki kelas yang dipenuhi anak-anak kelas 1 shio tikus yang luar biasa ributnya, pemandangan pertama yang saya temukan membuat saya merasa shock karena saya melihat seorang anak yang tertidur dengan santainya diatas meja nya, sama persis dengan kebiasaan saya ketika saya di bangku SMK dulu.
Di Sekolah ini saya banyak belajar, bahkan saya menerima lebih banyak pelajaran disini daripada saya di bangku sekolah dulu.
saya belajar bagaimana cara menghadapi anak-anak yang menangis karena rebutan pensil sama temannya, saya belajar bagaimana menghadapi orangtua yang mengkritik saya mengajar saya dikelas, saya belajar bagaimana cara beradaptasi dengan sekelompok guru-guru yang sangat bijaksana bahkan dalam lawakan nya saja, seorang guru bercanda sangat berbeda dengan orang-orang biasa pada umumnya
saya belajar berterima kasih saat saya diberikan hadiah sweet seventeen yang indah dari murid saya, hadiah yang luar biasa, saya ditabrak olehnya di depan kelas sampai saya terjatuh terbaring didepan kelas.
setahun berlalu, saya sangat menikmati profesi saya dan akhirnya saya disarankan untuk berkuliah, saya kembali manjadi Mahasiswa tapi di Universitas Lancang Kuning. saya mengambil jurusan Bahasa Inggris, banyak yang bertanya, kenapa saya seorang anak cina mau menjadi seorang guru, saya cuma punya 1 jawaban, saya lebih senang hari-hari saya diisi dengan masuk kelas bertemu anak-anak yang mengesalkan,menyebalkan dan pastinya anak-anak itu bisa membuat saya tertawa dengan lepasnya.
secapek apapun saya mengajar, setiap hari rasa capek itu tergantikan ketika saya melihat mereka memanggil dan menyapa saya dengan senyum manis mereka.
saya lebih suka kecapekan mengomeli anak-anak yang tidak pernah mengerjakan tugas, daripada saya harus dudu diam di sebuah ruangan dengan mengetik berbagai laporan yang dihiasi angka-angka memusingkan.
ada juga yang berkata kepada saya "kamu bahasa indonesia aja engga lulus, ngapain ngambil jurusan bahasa inggris?" saya hanya bisa menjawab "saya mengakui itu, namun saya selalu mengajarkan kepada murid-murid saya, tidak ada yang tidak bisa jika seseorang mau berusaha, kerja keras tidak akan pernah membohongi hasilnya, jadi saya harus membuktikan kepada semua orang dan murid-murid saya, bahwa setiap ada kemauan di sana pasti ada jalannya, tidak ada yang tidak mungkin".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar